Merauke – Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora, Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., menegaskan bahwa setiap prajurit TNI harus mampu menjadi sosok yang profesional, responsif, humanis, dan dicintai rakyat. Penegasan tersebut disampaikan saat kunjungan kerja sekaligus memberikan pengarahan kepada prajurit dan Persit Yonif 757/Ghupta Vira (GV) di Markas Yonif 757/GV, Semangga, Merauke, Papua Selatan, Kamis (4/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pangdam XXIV/Mandala Trikora didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XXIV/Mandala Trikora, Ny. Jeni Frits W.R. Pelamonia, bersama sejumlah Pejabat Utama Kodam XXIV/MT dan pengurus Persit.
Di hadapan prajurit dan Persit Yonif 757/GV, Pangdam menekankan bahwa visi besar Kodam XXIV/Mandala Trikora adalah mewujudkan satuan yang profesional, responsif, humanis, dan dicintai rakyat di wilayah Papua Selatan. Untuk mewujudkan visi tersebut, setiap prajurit dituntut mampu mengenali, mendatangi, dan melayani masyarakat dengan tulus serta penuh tanggung jawab.
“Jadilah prajurit yang dicintai rakyat. Kenali masyarakatmu, datangi mereka, dan layani dengan hati. Kehadiran TNI harus memberi manfaat dan solusi bagi masyarakat,” tegas Pangdam.
Pangdam menjelaskan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat merupakan kekuatan utama yang harus terus dipelihara. Karena itu, seluruh prajurit diminta untuk menjaga profesionalisme, meningkatkan responsivitas terhadap dinamika wilayah, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain menyampaikan arah kebijakan satuan, Pangdam juga memberikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh personel. Di antaranya mengenai penggunaan media sosial secara bijak dengan menyebarluaskan informasi positif, pentingnya regenerasi pejabat keuangan satuan, serta perhatian terhadap hak-hak keluarga prajurit, khususnya ahli waris apabila terjadi musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam turut mendorong seluruh prajurit untuk mendukung program-program prioritas Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, dan Kepala Staf Angkatan Darat, seperti ketahanan pangan, makan bergizi gratis, Kampung Nelayan, pembangunan infrastruktur, hingga program TNI Manunggal yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pangdam juga memberikan perhatian terhadap pembinaan generasi muda Papua. Ia menginstruksikan agar satuan turut membantu mempersiapkan putra-putri terbaik, khususnya anak-anak keluarga besar TNI dan Orang Asli Papua, yang bercita-cita menjadi prajurit TNI.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu meninggalkan manfaat bagi lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.
“Lakukan yang terbaik sehingga kehadiran kita membawa manfaat bagi orang lain. Kalau tidak bisa memberi manfaat yang besar, berikan manfaat yang kecil. Namun jangan sampai menjadi bagian dari masalah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Persit KCK Daerah XXIV/Mandala Trikora, Ny. Jeni Frits W.R. Pelamonia, memberikan perhatian khusus terhadap peran keluarga dalam mendukung keberhasilan tugas prajurit. Ia bersama rombongan meninjau Kantor Persit, KB Anggrek Bulan, serta Posyandu Yonif 757/GV sebagai bagian dari pembinaan organisasi dan kesejahteraan keluarga prajurit.
Dalam arahannya kepada anggota Persit, Pangdam mengingatkan pentingnya menjaga etika organisasi, tidak mencampuri urusan kedinasan yang bukan menjadi tugas Persit, serta terus mendampingi suami dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan penanaman pohon rambutan di lingkungan markas sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan pembangunan satuan.
Komentar