Merauke – Kodam XXIV/Merah Putih menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Upacara Makodam XXIV/MT, Merauke, Papua Selatan, Senin (01/06/2026). Upacara dipimpin oleh Kasdam XXIV/MT Brigjen TNI Eventius Teddy Danarto, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Letkol Inf Agung Pudhi Riyadi selaku Danyon TP 801/NAY.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Irdam XXIV/MT Brigjen TNI Dwi Endrosasongo, S.Sos., M.I.P., para Asisten Kasdam, para Dan/Kabalak Kodam XXIV/MT, prajurit TNI, serta Pegawai Negeri Sipil (PNS) jajaran Kodam XXIV/MT.
Upacara berlangsung khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara dan pemersatu bangsa Indonesia.
Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakan pada upacara tersebut, disampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi kontribusi nyata Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Disampaikan pula bahwa Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah ketidakpastian global, ancaman fragmentasi, disrupsi teknologi, dan dinamika geopolitik dunia, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang mampu menjaga persatuan dalam keberagaman yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku bangsa.
Indonesia juga memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Nilai-nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal penting dalam diplomasi Indonesia untuk menjembatani perbedaan dan mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Melalui berbagai peran aktif di dunia internasional, termasuk kontribusi pasukan perdamaian di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas, Indonesia terus menunjukkan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan yang adil dan beradab.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology), khususnya bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau slogan semata, melainkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, kebijakan publik, serta perilaku sosial yang mencerminkan keadilan, toleransi, dan persatuan.
Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperteguh komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kemanusiaan, serta meneguhkan peran Indonesia sebagai bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, toleransi, dan perdamaian dunia.
Komentar