Berita

“Kenali, Datangi dan Layani Rakyat”: Pangdam XXIV/MT Tegaskan Prajurit Harus Humanis dan Profesional di Papua Selatan

Operator Website
3 menit baca
“Kenali, Datangi dan Layani Rakyat”: Pangdam XXIV/MT Tegaskan Prajurit Harus Humanis dan Profesional di Papua Selatan

Merauke — Panglima Kodam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Fritz Wilem Rizard Pelamonia, S.E menegaskan bahwa prajurit TNI harus hadir sebagai sosok humanis yang dicintai rakyat, dengan mengedepankan profesionalisme, kepedulian sosial, dan pengabdian tanpa memandang latar belakang suku maupun golongan. Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan Jam Komandan dalam kunungan kerja di Markas Yonif TP 802/WMJ, Jalan Kebun Coklat, Kampung Harapan Baru (SP 7), Tanah Miring, Kab. Merauke, Papua Selatan, Kamis (21/5/2026).

Dalam arahannya di hadapan prajurit Brigif 83/Bugodi dan Yonif TP 802/WMJ, Pangdam menekankan visi Kodam XXIV/Mandala Trikora sebagai satuan yang humanis dan dekat dengan masyarakat Papua Selatan, khususnya Merauke.

“Kodam XXIV/Mandala Trikora harus menjadi Kodam yang humanis dan dicintai rakyat. Karena itu, kenali, datangi dan layani masyarakat. Sesuai doktrin TNI, kita harus mampu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya,” tegas Pangdam.

Kunjungan kerja Pangdam XXIV/MT didampingi Ketua Persit KCK Daerah XXIV/Mandala Trikora Ny. Jeni Fritz Pelamonia disambut langsung oleh Danbrigif 83/Bugodi Kolonel Inf H. Yossy S.B., S.I.Pem., M.Han., M.Sc bersama prajurit Brigif 83/Bugodi dan Yonif TP 802/WMJ.

Kedatangan Pangdam diawali dengan jajar kehormatan, penyambutan tarian tradisional Papua, hingga demonstrasi kemampuan prajurit berupa Pencak Silat Militer, Karate Militer, serta simulasi pembebasan sandera dan anti teror yang memukau rombongan.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengingatkan pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit, khususnya dalam kesiapsiagaan satuan dan kemampuan tempur. Ia meminta seluruh prajurit terus meningkatkan kualitas latihan agar semakin optimal dalam menjalankan tugas negara.

Selain itu, Pangdam menaruh perhatian besar terhadap pembinaan personel dan pengelolaan keuangan negara di lingkungan satuan. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan secara maksimal agar anggaran dapat dimanfaatkan secara produktif melalui kegiatan pertanian, peternakan maupun perikanan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan prajurit.

“Setiap prajurit pasti memiliki persoalan hidup. Karena itu kita wajib saling membantu dan mengingatkan agar tidak ada yang mengambil jalan pintas. Semua masalah pasti ada jalan keluarnya,” ujar Pangdam.

Ia juga mengingatkan seluruh prajurit agar bijak menggunakan media sosial di tengah perkembangan era digital yang sangat cepat. Menurutnya, prajurit TNI harus tetap waspada terhadap berbagai bentuk provokasi maupun informasi yang dapat merugikan institusi.

Dalam arahannya, Pangdam turut menyinggung dinamika keamanan di Papua, termasuk perkembangan situasi di wilayah Yahukimo. Ia meminta seluruh prajurit tetap menjaga soliditas, semangat pengabdian, dan persatuan antar anggota tanpa membedakan suku maupun latar belakang.

“TNI kuat karena tidak memandang suku. Yang kita pegang adalah NKRI harga mati,” tegasnya.

Usai pengarahan, Pangdam melaksanakan penanaman pohon mangga dan pelepasan ikan nila sebagai simbol ketahanan pangan dan kepedulian lingkungan, dilanjutkan menerima paparan satuan dari Danyonif TP 802/WMJ Letkol Inf Enggar Armyasto, pengecekan alat berat, serta foto bersama prajurit.

Turut mendampingi Pangdam dalam kunjungan kerja tersebut antara lain Irdam XXIV/MT Brigjen TNI Dwi Endrosasongko, S.Sos., M.I.P, para pejabat utama Kodam XXIV/MT serta jajaran Persit Kartika Chandra Kirana Kodam XXIV/Mandala Trikora.

Komentar

Format: 08123456789 atau +628123456789
0 / 5000

Memuat pertanyaan...

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui penyimpanan nama, nomor WhatsApp, dan alamat IP untuk moderasi.