Merauke, – Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E., menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kunjungan Presiden Republik Indonesia di Papua Selatan yang digelar di Kantor Gubernur Papua Selatan, Jalan KTM Salor, Kampung Ivimahad, Merauke, Papua Selatan. Rabu (20/5/2026).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apollo Safanpo, S.T., M.T., IPM., tersebut membahas kesiapan agenda kunjungan Presiden RI dalam rangka panen raya dan peninjauan Program Strategis Nasional (PSN) sektor pangan di wilayah Papua Selatan.
Dalam arahannya, Pangdam XXIV/MT Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh stakeholder dan tokoh adat dalam mendukung suksesnya agenda nasional tersebut, khususnya di wilayah Wanam, Distrik Ilwayab.
“Saya setuju seluruh instansi dan stakeholder harus dilibatkan. Tokoh-tokoh adat juga harus ikut dilibatkan agar seluruh proses berjalan baik dan mendapat dukungan masyarakat,” tegas Pangdam.
Pangdam juga menilai Program Strategis Nasional bidang pangan memiliki prospek besar bagi masa depan Papua Selatan dan kesejahteraan masyarakat.
“Program pangan ini sangat penting. Kalau sektor tambang memiliki batas waktu, maka sektor pangan bisa terus berjalan. Dalam satu tahun bisa panen tiga sampai empat kali dengan nilai ekonomi yang sangat besar,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Papua Selatan Apollo Safanpo menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi alternatif yang direncanakan menjadi titik pelaksanaan panen raya Presiden RI.
“Kita telah menyiapkan lokasi panen raya berikut fasilitas pendukungnya. Selain Semangga 3, kita juga siapkan alternatif lokasi di Wasur dan Wanam agar seluruh kesiapan teknis dapat dimaksimalkan,” kata Apollo.
Menurutnya, survei lapangan dan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna memastikan seluruh agenda kunjungan Presiden berjalan aman, lancar, dan sesuai sasaran.
Di sisi lain, Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Drs. Jhon Gluba Gebze, menegaskan bahwa Merauke memiliki potensi besar menjadi lumbung padi terbesar di Indonesia apabila dikelola secara maksimal.
“Potensi Merauke sangat besar untuk menjadi lumbung pangan nasional. Karena itu seluruh persiapan harus direncanakan secara matang, termasuk antisipasi musim kemarau, irigasi, hingga pengendalian hama,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah awal sinkronisasi lintas sektor dalam mendukung kunjungan Presiden RI sekaligus memperkuat percepatan pembangunan pangan di Papua Selatan.
Komentar