Berita

Pangdam XXIV/MT Tegas Evaluasi Cetak Sawah Rakyat: Percepatan, Transparansi, dan Target 2.000 Hektare

Operator Website
• • 3 menit baca
Pangdam XXIV/MT Tegas Evaluasi Cetak Sawah Rakyat: Percepatan, Transparansi, dan Target 2.000 Hektare

MERAUKE – Pangdam XXIV/Mandala Trikora Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia, S.E. menegaskan pentingnya percepatan dan keterbukaan dalam pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) TA 2026 di wilayah Papua Selatan. Seluruh kendala di lapangan diminta segera dilaporkan agar dapat ditangani bersama dan target pembukaan lahan tercapai tepat waktu.

Penegasan tersebut disampaikan Pangdam saat memimpin evaluasi CSR di Ruang Trikora Makodam XXIV/MT, Kampung Kemanggi, Distrik Tanah Miring, Merauke, Jumat (2/10/2026). Evaluasi diikuti para Asisten, Dansat, Kabalakdisjan jajaran Kodam XXIV/MT, unsur Korem 174/ATW serta para mitra pelaksana CSR.

Pangdam menekankan bahwa pekerjaan di lapangan harus sesuai dimensi, ketentuan dan administrasi yang telah ditetapkan. Setiap hambatan, baik persoalan teknis maupun kondisi lahan, harus segera disampaikan sehingga tidak menghambat keseluruhan progres.

“Kita padukan temuan di lapangan dengan data yang ada. Kalau ada kendala, segera laporkan. Jangan dibiarkan berlarut-larut, karena kita ingin pekerjaan ini selesai dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Pangdam.

Pangdam juga meminta seluruh mitra bekerja lebih cepat mengingat kondisi musim kemarau. Evaluasi dilakukan secara objektif berdasarkan capaian masing-masing mitra. Lokasi yang progresnya lambat dapat dialihkan kepada mitra lain yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian.

Dalam evaluasi tersebut, tercatat beberapa capaian mitra, di antaranya PT MSG dan CV Alsya masing-masing mencapai 100 persen, PT Sindrago 70 persen, sedangkan PT PAL, PT ANH, CV Saputra, PT SPN, PT Waskita dan CV Agraloka masih berada pada kisaran 40–50 persen. Sejumlah lokasi dengan progres rendah direncanakan untuk ditangani mitra lain guna mempercepat penyelesaian.

Pangdam menyampaikan, setelah progres yang berjalan saat ini diselesaikan, masih terdapat rencana tambahan sekitar 2.000 hektare yang akan menjadi bagian dari pengembangan program berikutnya. Karena itu, seluruh pihak diminta menunjukkan kinerja terbaik agar peluang tersebut dapat direalisasikan.

Pangdam juga menyoroti pentingnya proses penyaringan lokasi sebelum pekerjaan dimulai, khususnya pada sejumlah wilayah yang menghadapi kendala seperti penolakan lahan oleh marga maupun kondisi lahan rawa. Menurutnya, kesesuaian lahan harus dipastikan sejak awal agar pekerjaan tidak berhenti di tengah jalan.

Evaluasi CSR tersebut menjadi bagian dari upaya Kodam XXIV/MT memastikan program pembukaan lahan baru berjalan efektif, tepat sasaran dan akuntabel, sekaligus mendukung peningkatan luas baku sawah dan ketahanan pangan di Papua Selatan.

Pangdam mengajak seluruh mitra, pemerintah daerah, kelompok tani dan unsur pengawas memperkuat sinergi. Perbedaan data dan persoalan di lapangan harus diselesaikan melalui koordinasi dan musyawarah, sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan transparan, tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Turut hadir Kasrem 174/ATW Kolonel Inf Wing Sandya Udayanto, Aster Kasdam XXIV/MT Kolonel Kav Agung Nur Cahyono, S.I.P., M.Tr.(Han), Danpomdam XXIV/MT Kolonel Cpm Hendra Andreas Siray, S.H., M.I.P., Danbrigif 83/Bugodi Kolonel Inf H. Yossy S.B., S.I.Pem., M.Han., M.Sc., Kajasdam XXIV/MT Kolonel Inf Jabal Nur, S.E., Kazidam XXIV/MT Kolonel Czi Musaini, S.I.P., serta para Asisten, Dansat, Kabalakdisjan dan mitra CSR jajaran Kodam XXIV/MT.


Komentar

Format: 08123456789 atau +628123456789
0 / 5000

Memuat pertanyaan...

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui penyimpanan nama, nomor WhatsApp, dan alamat IP untuk moderasi.